Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2014

Penjual Kain Ungu

Lidia Dari Tiatira


Di dalam Akitab, Lidia dari Tiatira adalah salah satu tokoh perempuan yang dikenal sebagai penjual kain ungu lho. Wah… kalau sekarang di jakarta banyak penjual di pasar Tanah Abang yang merupakan pusat jual beli pakainan dan kain. Sebenarnya tante Lidia ini bukanlah seorang dari bangsa Israel, melainkan ia adalah seorang Yunani. Dia tinggal di Tiatira. Tiatira adalah sebuah kota kecil yang terletak di Asia Kecil. Tante Lidia ini bertemu dengan om Paulus dan Silas ketika mereka berdua hendak memberi pengajaran tentang Kristus di kota Filipi. Awalnya, kota tersebut belum mengenal Kristus dan belum mendapatkan pengajaran tentang Kristen. Tante Lidia tertarik dengan pengajaran yang diberikan oleh kedua rasul tersebut dan mendengarkannya dengan baik. Karena hatinya dijamah Tuhan, maka ia memutuskan untuk dibaptis beserta seisi rumahnya. Setelah itu, ia memberi tumpangan kepada om Paulus dan pengikutnya untuk tinggal semalam di rumahnya. Ia adalah seorang Eropa pertama yang bertobat lho, khususnya di kota Filipi.


Sahabat Glue Kids, jika kita lihat tante Lidia ini, dia bukan hanya memiliki hati yang lembut, tetapi juga hati yang mau diajar oleh firman Tuhan. Dan kita juga mesti memiliki hati seperti ini ya! Meskipun tante Lidia sangat sibuk berjualan, namun ia mau memberikan waktunya yang berharga itu untuk Tuhan. Bahkan melalui kesaksiannya keluarga besarnya mau menerima Tuhan Yesus dan dibabtis. Nah sesibuk apapun kita, memiliki waktu berdoa dan merenungkan Alkitab adalah hal yang sangat baik. Bukan saja berguna untuk batin kita tetapi juga sangat berguna bagi tubuh kita. Karena selain sebagai pelita hidup, Firman Tuhan dapat menyegarkan tubuh dan menggembirakan hati. Jadi jangan jemu-jemu memberi waktu terbaikmu bagi Tuhan ya….

Rabu, 26 Maret 2014

Gereja Sampah


“Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman akan Dia di mana-mana.”
(2 Korintus 2: 14)

            Apakah kalian pernah mencium bau sampah yang menusuk hidung? Apa yang akan kalian lakukan? Menutup hidung atau secepat mungkin meninggalkan lokasi penuh sampah tersebut. Di daerah perbukitan tempat penimbunan sampah kota Kairo, Mesir, terdapat sebuah gereja yang terkenal dengan sebutan “gereja sampah”. Hal ini disebabkan karena belasan ribu pemulung hidup di sana dengan pekerjaan mengais sampah, sehingga bau busuk sampah memenuhi ruang ibadah gereja tersebut. Namun bagi penduduk sekitarnya, gereja ini memancarkan “bau harum”, yang terpancar dari kehadirannya yang menjadi berkat, kesaksiannya akan Yesus Kristus sehingga telah membawa banyak pemulung mengenal Kristus, dan teladan kasih yang ditunjukkan lewat berbagai bantuan baik moral maupun material yang diberikan bagi mereka.
          Gereja 'kita' seharusnya juga bisa memancarkan “bau harum” dengan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat. Seringkali, organisasi gereja saat ini hanya sibuk dengan mempercantik diri dan memperkuat posisinya di tengah persaingan gereja lainnya, sibuk mengadakan berbagai program untuk menarik lebih banyak jemaat, namun lupa akan fungsinya di tengah-tengah dunia ini. Tak jarang banyak gereja yang memancarkan bau harum di dalam, namun malah memancarkan bau tak sedap bagi masyarakat sekitar.Wih ngeri ya teman-teman? 
         Dalam doa-Nya untuk murid-murid-Nya, Yesus menginginkan kita mempermuliakan Bapa dengan menyelesaikan pekerjaanNya di dunia: yaitu mengutus kita untuk menjadi berkat dan berdampak bagi dunia, seperti yang telah Yesus lakukan. Untuk memberikan dampak yang luar biasa bagi lingkungan sekitarnya, bahkan bagi kota dan bangsa ini, gereja terlebih dahulu harus bersatu. Ketika kita bersatu, maka bukan hanya lingkungan sekitar saja yang dimenangkan bagi Kristus, namun juga kota dan bangsa. Maukah kalian melakukannya?


Minggu, 23 Maret 2014

Daud dan Hanun

       
  Raja Daud mempunyai seorang sahabat bernama raja Nahas,  raja  negeri Amon. Namun suatu hari raja Daud mendengar bahwa sahabatnya itu meninggal dunia. Maka ia bermaksud untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sahabatnya itu dengan mengirimkan utusan ke negara sahabatnya tersebut. Namun setibanya di sana utusan raja bukannya diterima dengan baik-baik, namun justru dipermalukan di depan umum. Raja Hanun anak dari raja Nahas-lah yang sekarang menjadi raja. Ia mendengarkan hasutan para penasihat-penasihatnya untuk berperang melawan Raja Daud. Tentu saja raja Daud menjadi marah ketika mendengar berita tersebut. Peperangan pun tak terelakan. Meskipun kalah jumlah dengan Bani Amon, namun raja Daud dan pasukannya berperang tanpa gentar sebab Daud tau, Allah Semesta Alam, Allah Israel, beserta dengan mereka. Dan tentu saja Israel menang dan Amon dihancurkan sebab tidak ada satu pun tangan manusia di dunia ini, yang sanggup melawan kuasa Tuhan. 
         Jadi adik-adik jika sahabat di dunia ini bisa saja berubah tidak setia dan justru mencelakakan dan mempermalukan kita. Namun sahabat kita yang selalu setia menunggu kita untuk datang kepada-Nya. Ya Tuhan Yesus Kristus namanya. Apakah kalian mau bersahabat lebih dekat kepada-Nya, setiap hari? Jangan lupa baca, renungkan dan lakukan Firman-Nya dalam hidupmu tanpa ragu… Amin.

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: gloryunitedkids@gmail.com

Our Team Members