Rabu, 26 Maret 2014

Jadual Ibadah GBI Glory United



'MEMBANGUN MANUSIA ALLAH YANG PERKASA'


Tempat Ibadah                         : RUKAN DUTA MERLIN BLOK B NO: 8

Ibadah Umum (Ibadah Raya) : Minggu 09.00 WIB

Ibadah Sekolah Minggu           : Minggu 09.15 WIB

Kebaktian Kaum Muda           : Sabtu 18.30 WIB

Pembinaan Iman                       : Selasa 19.00 WIB

Doa Malam                                : Jumat 20.00 ( 2 kali sebulan )




Gereja Sampah


“Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman akan Dia di mana-mana.”
(2 Korintus 2: 14)

            Apakah kalian pernah mencium bau sampah yang menusuk hidung? Apa yang akan kalian lakukan? Menutup hidung atau secepat mungkin meninggalkan lokasi penuh sampah tersebut. Di daerah perbukitan tempat penimbunan sampah kota Kairo, Mesir, terdapat sebuah gereja yang terkenal dengan sebutan “gereja sampah”. Hal ini disebabkan karena belasan ribu pemulung hidup di sana dengan pekerjaan mengais sampah, sehingga bau busuk sampah memenuhi ruang ibadah gereja tersebut. Namun bagi penduduk sekitarnya, gereja ini memancarkan “bau harum”, yang terpancar dari kehadirannya yang menjadi berkat, kesaksiannya akan Yesus Kristus sehingga telah membawa banyak pemulung mengenal Kristus, dan teladan kasih yang ditunjukkan lewat berbagai bantuan baik moral maupun material yang diberikan bagi mereka.
          Gereja 'kita' seharusnya juga bisa memancarkan “bau harum” dengan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat. Seringkali, organisasi gereja saat ini hanya sibuk dengan mempercantik diri dan memperkuat posisinya di tengah persaingan gereja lainnya, sibuk mengadakan berbagai program untuk menarik lebih banyak jemaat, namun lupa akan fungsinya di tengah-tengah dunia ini. Tak jarang banyak gereja yang memancarkan bau harum di dalam, namun malah memancarkan bau tak sedap bagi masyarakat sekitar.Wih ngeri ya teman-teman? 
         Dalam doa-Nya untuk murid-murid-Nya, Yesus menginginkan kita mempermuliakan Bapa dengan menyelesaikan pekerjaanNya di dunia: yaitu mengutus kita untuk menjadi berkat dan berdampak bagi dunia, seperti yang telah Yesus lakukan. Untuk memberikan dampak yang luar biasa bagi lingkungan sekitarnya, bahkan bagi kota dan bangsa ini, gereja terlebih dahulu harus bersatu. Ketika kita bersatu, maka bukan hanya lingkungan sekitar saja yang dimenangkan bagi Kristus, namun juga kota dan bangsa. Maukah kalian melakukannya?


Senin, 24 Maret 2014

Bukan 70 Kali, Petrus!


Ada sebuah cerita tentang hati yang tulus mengampuni, seperti yang rasul Petrus ingin lakukan. Suster Maria berusia 50th, adalah seorang biarawati katolik yang memiliki organisasi gereja yang besar. Hasil pemeriksaan dokter mengharuskan dia menjalani operasi otak. Operasi ini berjalan dengan baik. Sebuah slang dibiarkan terpasang melalui lubang di tengkorak untuk saluran cairan. Dua hari setelah operasi, seorang dokter dengan rasa amat cemas dan takut mengatakan kepadanya bahwa ia telah salah memasukkan ke dalam otak suster cairan yang mematikan. Dan dalam waktu 3 jam suster akan meninggal. Pada waktu itu Suster Maria sadar penuh dan dapat menggunakan seluruh akal budinya. Dengan segera ia memanggil wakilnya dan anggota dewan. Ia mengatakan, "Jangan saling menuduh. Tidak ada yang harus disalahkan. Tidak perlu menuntut dokter karena malpraktek. Saya memberikan pengampunan tanpa syarat kepada siapapun yang dengan cara tertentu bertanggung jawab atas kejadian ini." Dua jam kemudian Suster Maria meninggal.          
Renungkanlah: Seperti bapa di sorga mengampuni setiap dosa kita dengan tulus, demikianlah hendaknya kita juga saling mengampuni dengan tulus setiap orang yang bersalah kepada kita. Seperti suster Maria yang juga belajar dari Tuhan Yesus dan mengampuni, bukan 7 kali tapi 70x7x atau mengampuni tanpa syarat dokter yang bersalah kepadanya.

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: gloryunitedkids@gmail.com

Our Team Members